FK-KMK UGM. Pusat Kedokteran Tropis Fakultas Kedokteran, KESEHATAN Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) UGM menggandeng tim multi disiplin ilmu, yang tergabung dalam tim peneliti e-malaria UGM, mengembangkan pemanfaatan teknologi digital untuk proses Pemantapan Mutu Eksternal (PME) baik melalui pemeriksaan ulang maupun tes panel untuk menjamin kualitas diagnosis malaria.
PME merupakan salah satu metode akurat untuk mendiagnosis malaria melalui pemeriksan mikroskopis. Kompetensi mengenai PME perlu diperkaya oleh tenaga mikroskopis di seluruh daerah endemis malaria. Namun hingga saat ini seluruh daerah masih menghadapi tantangan besar dikarenakan keterbatasan sumber daya manusia, waktu, biaya, serta wilayah geografis yang sulit dijangkau.
FK-KMK UGM. Center for Bioethics and Medical Humanities (CBMH) Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali mengadakan forum diskusi (Raboan) yang berjudul “Persepsi Hidup dan Mati Orang Jawa” yang disampaikan oleh Drs. Anton Suparnjo atau lebih akrab dipanggil Mbah Manyo selaku Pemerhati dan Praktisi Budaya Jawa serta kegiatan dimoderatori oleh Galuh F. Putra, M.A dari CBMH UGM – UNESCO Chair. Kegiatan yang berlangsung selama dua jam ini diselenggarakan secara daring melalui kanal YouTube CBMH UGM, Rabu (21/4).
FK-KMK UGM. “Komunikasi kesehatan adalah sebuah ilmu yang mempelajari tentang mempromosikan informasi kesehatan seperti public health campaigns, edukasi kesehatan antara dokter dan pasien. Bertujuan mempengaruhi orang lain untuk meningkatkan kesehatannya,” ungkap CEO of Cornellia&Co, Dr. Ayu Helena Cornellia, B.A., M.Si., saat memberikan paparan dalam siaran Raisa Radio dengan tema “The Power of Social Media for Health Communication” pada Kamis (22/4).
Sosial media dalam komunikasi kesehatan memiliki peran seperti: pengumpulan informasi tentang suatu penyakit, manajemen info kesehatan, info tempat perawatan atau vaksin terdekat, layanan darurat dan lain-lain. “Sepertinya hal saat ini, misalnya untuk mencari informasi tentang vaksin. Kita tidak langsung ke rumah sakit atau dinas kesehatan tetapi yang kita cari sosial media dari rumah sakit atau dinas kesehatan tersebut,” jelas Dr. Ayu.
[av_textblock size=” av-medium-font-size=” av-small-font-size=” av-mini-font-size=” font_color=” color=” av-desktop-hide=” av-medium-hide=” av-small-hide=” av-mini-hide=” id=” custom_class=” template_class=” av_uid=’av-2hclan’ sc_version=’1.0′]
FK-KMK UGM. Human papillomavirus atau HPV menyebabkan infeksi kulit termasuk kutil kelamin. Selain itu juga menyebabkan beberapa jenis kanker dibagian belakang tenggorokan, pangkal lidah, amandel, dan organ kelamin seperti kanker serviks, vulva, vagina, penis, dan anus. HPV menular melalui kontak langsung dengan penderita terutama saat berhubungan seksual. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) memasukkan vaksin HPV ke imunisasi dasar lengkap atas rekomendasi Badan Kesehatan Dunia (WHO) untuk mengatasu HPV. Vaksin HPV ini sangat bermanfaat untuk mencegah dan menurunkan jumlah kasus kanker genital, terutama kanker serviks. Vaksin diberikan pada anak-anak yang memasuki masa remaja baik perempuan maupun laki-laki, atau dewasa yang belum pernah atau belum lengkap mendapatkan vaksin HPV.
FK-KMK UGM. Researcher in the Anatomical Pathology, Faculty of Medicine, Public Health, and Nursing (FK-KMK) UGM, dr. Nungki Anggorowati, Sp. PA., had the opportunity to participate in a world-class molecular diagnostic and research training program, held by the Nottingham-Indonesia Collaboration in Cancer Research and Training (NICCRAT), in the United Kingdom, 21 September – 17 October 2019.
One of the FK-KMK UGM researchers with expertise in Medical Oncology, dr. Susanna Hilda Hutajulu, Sp.PD., Ph.D., stated that the training program that was held was a great opportunity to study diagnostic governance and molecular research at a world-class center. “Hopefully this NICCRAT initiation can unite many Indonesian educational institutions with the University of Nottingham, and will attract the attention and support of donor agencies to stimulate collaboration in training and research to get clear benefits for health services,” she said. As one of the main partners in the NICCRAT initiative, dr. Susanna also stated that NICCRAT had submitted several research grants to implement molecular diagnostic tests developed in the Indonesian clinical environment.
FK-KMK UGM. Inequality is a major problem in health services in Indonesia, an inequality in access to health and quality of health services. This inequality affects the burden that must be borne by the general public, especially in terms of health services in hospitals.
In the era of globalization, the era of disruption, collaboration is a solution in improving health services in hospitals, collaborations between institutions at the national level or at the international level. The collaboration aims to increase capacity so that health services become better for the community.